Lingkungan Kerja dan Kinerja Karyawan dalam Perspektif Manajemen Syariah: Studi Pada CV Grasia Raya Mandiri
Keywords:
Lingkungan kerja, Kinerja Karyawan, Budaya Organisasi, Manajemen Syariah, Amanah, IhsanAbstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan CV Grasia Raya Mandiri serta menafsirkan temuan tersebut melalui perspektif manajemen syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap seluruh 35 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan korelasi, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Instrumen budaya organisasi, lingkungan kerja, dan kinerja menunjukkan Cronbach’s Alpha masing-masing 0,796, 0,696, dan 0,829. Hasil korelasi memperlihatkan hubungan budaya organisasi dengan kinerja sebesar 0,424 dan lingkungan kerja dengan kinerja sebesar 0,652. Dalam model regresi, budaya organisasi memiliki koefisien B=−0,450, t=−1,420, dan p=0,165 sehingga tidak signifikan; lingkungan kerja mempunyai koefisien B=1,385, t=3,221, dan p=0,003 sehingga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, model signifikan dengan F=8,497 dan p=0,001. Berdasarkan tabel ANOVA, koefisien determinasi yang konsisten adalah sekitar 0,347, sehingga kedua prediktor menjelaskan sekitar 34,7% variasi kinerja. Dalam perspektif manajemen syariah, lingkungan kerja yang mendukung dapat diterjemahkan melalui amanah, ihsan, itqan, ukhuwah, ta’awun, keadilan, kebersihan, dan kemaslahatan. Nilai tersebut digunakan sebagai kerangka interpretasi, bukan sebagai variabel yang diuji. Temuan menegaskan pentingnya kondisi fisik dan relasional yang memungkinkan karyawan bekerja aman, nyaman, disiplin, saling membantu, serta menghasilkan mutu kerja terbaik.

